Waduh Seremnya, Bui Seumur Hidup Menunggu para Pelaku Makar

Waduh Seremnya, Bui Seumur Hidup Menunggu para Pelaku Makar

 

Jakarta – Masih ingat kan di zaman orde baru dahulu kala banyak orang yang terkena sebutan tapol/napol. Nah setelah memasuki era reformasi ini kayanya sudah jarang sekali telinga kita mendengar istilah tersebut.

 

ahmad dhani, ratna sarumpaet dkk

foto http://Tribun Jateng – Tribunnews.com ahmad dhani, ratna sarumpaet dkk

 

Namun demi menjaga stabilitas negara, rupanya saat ini diperlukan lagi langkah tersebut. 10 Orang termasuk Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, dan Rachmawati Soekarnoputri ditangkap Mabes Polri. Mereka ditangkap karena telah dipanggil beberapa kali dan tidak hadir dengan delik makar. Apa itu makar? “Makar itu setiap usaha menggulingkan pemerintah yang sah,” kata ahli pidana Prof Hibnu Nugroho saat berbincang dengan detikcom, Jumat (2/12/2016).

Aturan makar secara umum diatur Pasal 107 KUHP yang berbunyi:

(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(2) Para pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

“Pasal di atas adalah delik formil, bukan delik materiil. Artinya, tidak perlu sampai tergulingnya pemerintahan untuk bisa dipidana, tapi berencana saja sudah terkena delik makar,” ucap pengajar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto itu.

Secara detail, ada empat jenis makar, yaitu:

1. Makar terhadap kepala negara.
2. Makar untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.
3. Makar permufakatan.
4. Makar dengan pemberontakan.

 

sri bintang pamungkas

foto http://Suara.com sri bintang pamungkas

Sebagai delik formil, maka makar tidak harus dilakukan oleh aparat bersenjata tetapi juga bisa dilakukan oleh sipil. Setiap orang yang berniat dan melakukan tindakan dan upaya mengganti pemerintah yang sah, maka bisa terkena delik makar. “Ini memang sangat luas penafsirannya. Orang yang cuma rapat-rapat atau ngumpul-ngumpul, tetapi melakukan niatan dan upaya menggulingkan pemerintahan yang sah, bisa terkena delik,” papar Hibnu.

Dalam negara demokrasi, mengkritik merupakan hal yang lumrah. Tapi Hibnu mewanti-wanti masyarakat untuk bisa membedakan antara kritikan ke pemerintah dengan makar. “Kalau kritikan, itu harus ditujukan kepada kebijakan. Umpamanya ‘saya tidak setuju dengan program A’. Tapi kalau makar, tujuannya bukan mengkritik, tetapi mengganti pemerintah, menggulingkan dan sebagainya,” ucap Hibnu.

Ancaman makar cukup berat yaitu maksimal hukuman penjara seumur hidup. Artinya, orang yang melakukan makar maka dapat menghuni penjara hingga meninggal dunia.  “Tapi nantinya tergantung hakim, berapa lama hukuman yang diberikan. Nanti hakim yang menilainya,” cetus Hibnu.

 

 

sumber artikel https://news.detik.com/berita/3361264/diancam-bui-seumur-hidup-ini-beda-antara-makar-dan-kritikan-ke-pemerintah?_ga=1.142958645.1486597926.1419693102

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WA +965.65.8363.99 navisdaftar FREEMEMBER