Pas Pilkada Coblos Hanya yang Disukai saja, Beres kan,,,!Senada dengan KH Maimun Zubair

Pas Pilkada Coblos Hanya yang Disukai saja, Beres kan,,,!Senada dengan KH Maimun Zubair

 

Kyai Haji Maimun Zubair (lahir di Rembang, 28 Oktober 1928; umur 88 tahun) adalah seorang ulama dan politikus, saat ini ia merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan. Ia pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Tapi rupanya tenaga dan pikiran ia masih dibutuhkan oleh negara sehingga ia diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode. Yuk kita dengarkan petuah – petuah Beliau, sesepuh Ulama’ Kharismatis yang dituakan, mau denger siapa lagi kita zaman sekarang ini, kalo tidak mendengar para sesepuh yang lebih banyak makan garam, baik dalam kehidupan beragama maupun kehidupan sehari-hari, apalagi beliau juga bukanlah orang yang awam dengan politik.

 

KH Maimun Zubair

foto dari http://Satu Jam KH Maimun Zubair

 

Kontroversi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang Surat Al Maidah ayat 51, membuat Pengasuh Pesantren Al Anwar Rembang, KH Maimoen Zubair Angkat Bicara. Mbah Maimoen meminta seluruh umat muslim untuk tenang dan meredam amarah.

Apalagi menurut ulama kharismatik tersebut, Ahok sudah meminta maaf secara terbuka di hadapan publik. Pihaknya pun meminta agar umat Islam tak lagi terpecah belah dan membesar-besarkan masalah ini.

KH Maimun Zubair menerangkan : “Dia (Ahok) itu kan sudah meminta maaf, maka jangan dibesar-besarkan. Sehingga bila amarah dapat diredam maka persatuan juga bisa dijaga,”.

Beliau juga mengatakan bahwa terkait polemik Surat Al Maidah tersebut menurut dia, bahwa itu diserahkan ke pribadi masing-masing pemilih. Menurut dia, jika umat Islam di Jakarta tak ingin memilih Ahok karena alasan agama, tidak perlu dibesar-besarkan sehingga memicu isu SARA.

“Kalau menurut saya, barangsiapa tidak suka, ya tidak usah dipilih saja pas coblosan kelak. Namun permasalahan itu jangan dibesar-besarkan,” ujarnya.

Allah Rajanya para raja seluruh alam, yang akan mencabut kepemimpinan dari seseorang, Allah juga yang akan memberikan sebuah jabatan kepemimpinan bagi seseorang yang dikehendaki-Nya. Allah memberikan petunjuk bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya, serta menyesatkan bagi yang dikehendaki-Nya, dan ditangan-Nyalah segala kebaikan, sesungguhnya Allah sungguh – sungguh berkuasa atas segala sesuatu.

Dan menurut KH Maimun Zubair juga, Ahok merupakan warga keturunan Tionghoa dari Bangka Belitung. Di daerah itu menurut dia, juga banyak warga Tionghoa yang memeluk agama Islam. Dia itu orang China Bangka Belitung, “Di sana (Bangka Belitung) juga ada orang Islam China,” ujarnya seperti diberitakan koranmuria.com.

 

KH Maimun Zubair

sumber foto http://Tadarus Ramadhan KH Maimun Zubair

 

Di Jawa Tengah menurut dia, juga ada masjid yang bercorak Bangka Belitung. Satu-satunya masjid tersebut berada di wilayah Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.

“Di Sarang masjid saya itu satu-satunya masjid yang berkhaskan Belitung. Oleh sebab itu, perbedaan itu jangan dibesar-besarkan. Sehingga kita bisa hidup rukun. Yang penting kita umat Islam itu habluminallah harus dikuatkan, dan habluminannas harus selalu dijaga dengan baik,” harapnya. Walhasil harapannya konflik horisontal yang dipicu isu SARA yang kerap terjadi sebelumnya baik di negeri kita maupun di luar negeri seperti yang sedang marak saat ini bisa dicegah. Yuk semua saling menjaga hati, jangan sampai pecah hati, karena islah, hidup rukun damai itu lebih dianjurkan dalam agama kita.

 

sumber artikel :

  • http://www.liputanberita.net/2016/10/kh-maimun-zubair-jika-tak-suka-ahok-ya.html?m=1
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Maimun_Zubair

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
WA +965.65.8363.99 navisdaftar FREEMEMBER