Mulai Detik ini Hati – Hati Menggunakan Medsos yaw

Mulai Detik ini Hati – Hati Menggunakan Medsos yaw

 

Yuk semua baca revisi UU ITE berikut, sebelum pada kena sanksi yang diancamkan gara-gara asal-asalan di medsos, karena mulai detik ini medsos bukan lagi mainan yang ga ada aturannya, namun semua telah diatur dengan undang-undang,, yang sudah barang tentu peraturan perundangan ini mengikat secara keseluruhan, siapa saja pemegang paspor Indonesia atau WNI dimanapun berada.

Mulai berlakunya revisi UU ITE membuat banyak orang tersentak dan jadi topik perbincangan hangat para netizen. Wajar saja, karena orang tak akan lagi bisa sembarang posting di media sosial.

“Itu bikin ngeri orang posting di socmed,” kata Alfons Tanujaya, pengamat keamanan internet dari Vaksincom, Senin (28/11/2016).

 

masuk bui akibat medsos

foto http://Megapolitan – Harianterbit.com masuk bui akibat medsos

Menurut pengamatannya, revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ini masih dinilai positif. Namun ada satu yang digarisbawahi olehnya, masalah kebebasan berpendapat.

“Tujuannya sih positif, supaya pihak-pihak yang sering melakukan provokasi bisa dijerat dengan dasar hukum yang kuat. Asal jangan digunakan untuk mengekang kebebasan berpendapat saja,” ucapnya.

Seperti diketahui, ada beberapa perubahan di UU ITE yang baru setelah direvisi, yakni:

1. Untuk menghindari multitafsir terhadap ketentuan larangan mendistribusikan, mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik pada ketentuan Pasal 27 ayat (3), dilakukan 3 (tiga) perubahan sebagai berikut:

a. Menambahkan penjelasan atas istilah “mendistribusikan, mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik”.

b. Menegaskan bahwa ketentuan tersebut adalah delik aduan bukan delik umum.

c. Menegaskan bahwa unsur pidana pada ketentuan tersebut mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan fitnah yang diatur dalam KUHP.

2. Menurunkan ancaman pidana pada 2 (dua) ketentuan sebagai berikut:

a. Ancaman pidana penghinaan dan/atau pencemaran nama baik diturunkan dari pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun menjadi paling lama 4 (tahun) dan/atau denda dari paling banyak Rp 1 miliar menjadi paling banyak Rp 750 juta.

 

harta melayang buat bayar denda

foto http://Aktual.com harta melayang buat bayar denda

b. Ancaman pidana pengiriman informasi elektronik berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti dari pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun menjadi paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda dari paling banyak Rp 2 miliar menjadi paling banyak Rp 750 juta.

3. Melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi terhadap 2 (dua) ketentuan sebagai berikut:

a. Mengubah ketentuan Pasal 31 ayat (4) yang semula mengamanatkan pengaturan tata cara intersepsi atau penyadapan dalam Peraturan
Pemerintah menjadi dalam Undang-Undang.

b. Menambahkan penjelasan pada ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2) mengenai keberadaan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sebagai alat bukti hukum yang sah.

4. Melakukan sinkronisasi ketentuan hukum acara pada Pasal 43 ayat (5) dan ayat (6) dengan ketentuan hukum acara pada KUHAP, sebagai berikut:

a. Penggeledahan dan/atau penyitaan yang semula harus mendapatkan izin Ketua Pengadilan Negeri setempat, disesuaikan kembali dengan ketentuan
KUHAP.

b. Penangkapan penahanan yang semula harus meminta penetapan Ketua Pengadilan Negeri setempat dalam waktu 1×24 jam, disesuaikan kembali dengan ketentuan KUHAP.

5. Memperkuat peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam UU ITE pada ketentuan Pasal 43 ayat (5):

a. Kewenangan membatasi atau memutuskan akses terkait dengan tindak pidana teknologi informasi;

b. Kewenangan meminta informasi dari Penyelenggara Sistem Elektronik terkait tindak pidana teknologi informasi.

6. Menambahkan ketentuan mengenai “right to be forgotten” atau “hak untuk dilupakan” pada ketentuan Pasal 26, sebagai berikut:

a. Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menghapus Informasi Elektronik yang tidak relevan yang berada di bawah kendalinya atas permintaan orang yang bersangkutan berdasarkan penetapan pengadilan.

b. Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menyediakan mekanisme penghapusan Informasi Elektronik yang sudah tidak relevan.

 

tahanan akibat medsos

foto http://oketimes.com tahanan akibat medsos

7. Memperkuat peran Pemerintah dalam memberikan perlindungan dari segala jenis gangguan akibat penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronik dengan menyisipkan kewenangan tambahan pada ketentuan Pasal 40:

a. Pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan Informasi Elektronik yang memiliki muatan yang dilarang;

b. Pemerintah berwenang melakukan pemutusan akses dan/atau memerintahkan kepada Penyelenggara Sistem Elektronik untuk melakukan pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar hukum.

Alfons pun ikut mengomentari pasal-pasal revisi ini. Ada sisi positif yang bisa diambil olehnya meski pun dari sisi pengguna cukup berat.

“Pasalnya juga cukup serem, bukan hanya yang buat konten yang bisa dijerat, tapi yang ikut menyebarkan dan tidak buat konten juga bisa dijerat,” katanya.

Positifnya, masih kata dia, masyarakat jadi harus belajar berhati-hati dan tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya di media sosial.

 

 

sumber artikel https://inet.detik.com/read/2016/11/28/113134/3356329/399/revisi-uu-ite-bikin-orang-ngeri-posting-di-medsos?_ga=1.177162149.1486597926.1419693102

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
WA +965.65.8363.99 navisdaftar FREEMEMBER