Kemaslahatan Dibalik Sikap Sabar Menghadapi Seorang Badui Jahil

Kemaslahatan Dibalik Sikap Sabar Menghadapi Seorang Badui Jahil

 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata, Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat menghardik orang ini. Namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang tindakan para sahabat tersebut.

Orang Arab badui memang terkenal sangat jauh dari ilmu agama (alias jahil). Mereka sering bertingkah aneh. Namun, karena tingkahnya inilah yang membuat para sahabat sering dapat ilmu baru. Sehingga sebagian mereka berharap-harap agar orang badui ini selalu datang dan membuat ulah sehingga mereka bisa menggali ilmu dari sikap Nabi shallallahu alaihi wa sallam terhadap orang Badui tersebut.

Suku Badui atau Badawi adalah sebuah suku pengembara yang ada di Jazirah Arab. Sebagaimana suku-suku pengembara lainnya, suku Badui berpindah dari satu tempat ke tempat lain sembari mengggembalakan kambing. Suku ini merupakan salah satu dari suku-suku asli di Arab. Perawakan suku Badui yang khas menyebabkan suku ini dapat langsung dikenali. Perawakannya sebagaimana ditulis dalam buku-buku sejarah Arab di antaranya suku ini berperawakan tinggi, dengan hidung mancung. Lain halnya dengan suku pendatang yang ada di Arab, suku Badui tetap mempertahankan budaya dan cara hidup mengembara.

badui jahil

foto http://www.sejarah-negara.com badui jahil

Salah satu satu kisah kehidupan suku ini yang tercatat dalam sejarah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam adalah kisah mengenai seseorang dari suku Badui yang kencing di masjid Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam sebagai berikut ;

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata, Seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat menghardik orang ini. Namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang tindakan para sahabat tersebut. Tatkala orang tadi telah menyelesaikan hajatnya, Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas memerintah para sahabat untuk mengambil air, kemudian bekas kencing itu pun disirami. (HR. Bukhari no. 221 dan Muslim no. 284)

FAEDAH, Kemungkaran itu wajib diingkari dengan segera sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat tadi. Namun jika mengakhirkan mengingkari kemungkaran ada maslahat, maka itu lebih baik, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau shallallahu alaihi wa sallam membiarkan arab badui tadi kencing di masjid karena memang di situ ada maslahat. Dan di beberapa riwayat disebutkan bahwa akhirnya si badui tersebut memeluk Islam.

badui memeluk Islam

foto http://Hidayatullah.com badui memeluk Islam

Dari riwayat di atas apakah kita tidak bisa sedikit bersikap lebih bersabar di dalam menghadapi situasi yang terjadi akhir-akhir ini di Jakarta, siapa tahu kalau kita bisa mengambil sikap lebih bersabar, sehingga ada kemaslahatan dibalik peristiwa ini.

Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid mengatakan, MUI menyarankan agar penyampaian aspirasi atau pun tuntutan terhadap kasus Ahok bisa dilakukan lewat saluran demokrasi lainnya. Misalnya saja bisa lewat pendekatan lobi, musyawarah dengan para pengambil kebijakan baik eksekutif maupun legislatif.

Selain itu, lanjut Zainut, penyampaian aspirasi atau tuntutan bisa juga melalui pers dan media komunikasi lainnya. “Saya kira itu akan lebih efektif dan memberikan citra positif bagi pendidikan demokrasi bangsa Indonesia,” imbuhnya. MUI sebelumnya telah meminta agar umat Islam fokus saja mengawal proses hukum kasus Ahok. MUI meminta agar masyarakat menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Polri terhadap Ahok.

Indikator Politik Indonesia juga merilis survei yang menunjukkan elektabilitas calon Gubernur DKI yang juga petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengalami penurunan signifikan. Rupanya penurunan itu bukan semata-mata karena kasus yang kini dihadapi Ahok, karena sebagian besar responden memaafkannya.

Lembaga survei yang dipimpin Burhanuddin Muhtadi itu juga menanyakan tentang kasus Ahok kepada 798 responden yang tersebar di seluruh Jakarta. Survei dilakukan pada tanggal 15-22 November 2016. Survei ini menggunakan metode Multistage Random Sampling. Margin of Error dari survei ini yakni 3,6 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut temuan survei Indikator sebanyak 81,1 persen responden tahu bahwa Ahok sudah minta maaf atas pernyataan kontroversialnya tentang Al Maidah:51. Sebanyak 50 persen responden menilai permintaan Ahok tulus sehingga harus dimaafkan.

Sementara itu yang menilai permintaan maaf Ahok tidak tulus ada 33 persen. Sebanyak 17 persen sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Sebanyak 96,4 persen responden tahu bahwa demo 4 November lalu memprotes pernyataan Ahok. Tetapi 94,4 persen responden tidak ikut berdemo saat itu.

Sebanyak 54,9 persen menilai demo berlangsung damai, namun ada 38 persen kecewa karena demo berakhir rusuh. 45 persen responden meyakini demo tersebut murni aspirasi umat Islam, sementara itu ada 35 persen yang menilai ada susupan politis.

“Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni unggul dengan dukungan 30,4 persen, kemudian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 26,2 persen dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 24,5 persen. Yang belum tahu 18,9 persen. Hingga kalau pemilihan sekarang bisa dipastikan tidak ada yang meraih 50 persen suara hingga harus putaran kedua,” kata Burhanuddin saat merilis hasil survei di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, kemarin (24/11).

Sumber artikel :

  • https://rumaysho.com/29-10-pelajaran-berharga-dari-arab-badui-yang-kencing-di-masjid-nabi.html
  • https://news.detik.com/berita/d-3354414/survei-indikator-meski-elektabilitas-turun-50-sampel-warga-dki-maafkan-ahok?_ga=1.244327301.1486597926.1419693102
  • http://news.detik.com/berita/d-3350446/mui-demo-2-desember-lebih-banyak-mudaratnya-daripada-manfaatnya
  • https://www.facebook.com/notes/satu-hari-satu-ayat-quran/hikmah-kasih-sayang-rasulullah-pada-seorang-arab-badui/390925714650/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
WA +965.65.8363.99 navisdaftar FREEMEMBER