Efek Terpilihnya Trump Terhadap Indonesia

Efek Terpilihnya Trump Terhadap Indonesia

 

Kemenangan Donald Trump ini menjadi yang paling bersejarah, karena baru kali ini presiden berhasil unggul hanya dalam electoral votes. Kemenangannya melawan Hillary Clinton mengakhiri 8 tahun dominasi Partai Demokrat di Gedung Putih serta bakal menghancurkan warisan Presiden Barack Obama. Trump berjanji akan mengganti kebijakan kesehatan Obama, mengubah perjanjian nuklir dengan Iran serta perdagangan dengan Meksiko dan Kanada.

Partai Republik menghancurkan dinding Demokrat dengan unggul di negara bagian Pennsylvania dan Wisconsin, negara-negara yang tidak memilih calon presiden Partai Republik sejak 1800. Saat itu pertarungan antara Thomas Jefferson melawan John Adams. Donald Trump jadi presiden karena menang hampir di semua negara medan pertempuran kompetitif, dan ia tidak hanya itu, mengklaim Florida, Ohio, North Carolina dan lain-lain. Kemenangan Trump memang disambut sorak sorai pendukungnya. Namun, tidak sedikit orang yang cemas dengan segera masuknya Trump ke Gedung Putih. Sebagian besar warga Amerika Serikat yang kecewa kemudian mencuitkan perasaan mereka hingga menjadi trending topic global Twitter.

Trump

foto http://Wonkette Trump

Namun, kekhawatiran atas kemenangan Trump tak hanya dirasakan warga negaranya sendiri. Sehari sebelum pemungutan suara berlangsung, Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan meragukan Donald Trump akan mampu menjaga kedamaian jika terpilih jadi presiden.

“Ya kalau Trump, wah kelihatannya susah itu, dunia nanti juga jadi susah. Tentu orang mengharapkan banyak kepada Hillary. Tapi nanti kita tunggu saja besok,” ujar JK.

Meski begitu, JK menilai dari sisi ekonomi tidak terlalu memiliki dampak besar. Hanya saja, memang Trump lebih protektif terhadap negaranya. Sementara, Presiden Jokowi memilih menahan diri untuk berkomentar.

“Ya perdagangan biasa saja, walaupun kelihatannya dari pidatonya, Trump itu lebih protektif nasionalnya sendiri-sendiri,” ucap dia.

JK

foto http://Nasional – Harianterbit.com JK

Pendapat senada juga disampaikan Chief Economist Bank Mandiri Anton Gunawan. Ia memandang Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump akan memberikan perubahan yang cukup signifikan.

Jika Trump benar-benar menjalankan berbagai kebijakan seperti yang disampaikan selama kampanye, AS akan menjadi negara yang lebih tertutup dari dunia internasional. Hal itulah yang akan menimbulkan ketidakpastian.

‎”Dan konflik ekonomi akan muncul di beberapa tempat karena approach-nya orangnya itu lebih konfrontatif orangnya,” kata dia.

Secara keseluruhan, Anton mengatakan akan membutuhkan lebih banyak waktu bagi Trump ‎untuk menjalankan seluruh kebijakan tersebut mengingat latar belakangnya bukan dari kalangan pemerintahan. ‎”Jadi masih meraba-raba. Jadi uncertainty masih tinggi. Jadi, volatilitas di pasar keuangan agak lebih besar, harus berjaga-jaga baik naik atau turun,” jelas dia. Meski begitu, Anton menilai ada sedikit hikmah dan keuntungan yang bisa dimanfaatkan Indonesia jika Trump memimpin AS. Apa itu?

‎”Kalau arahnya misalkan pada perkembangan di sana dan kecenderungan AS lebih lambat mungkin agak menguntungkan bagi Indonesia karena The Fed tidak berani mereka menaikkan suku bunga lebih cepat,” kata Anton. Dengan tidak dinaikkannya suku bunga oleh The Fed, aliran dana investor asing masih mengarah ke negara-negara berkembang, seperti salah satunya Indonesia. Ditambah, Indonesia saat ini memiliki kekuatan di atas rata-rata jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya akibat banyaknya deregulasi dan‎ suksesnya program tax amnesty.

Faktanya, IHSG merosot 57,47 poin atau 1,05 persen ke level 5.413,21 pada penutupan perdagangan saham Rabu pekan ini. Ada sebanyak 227 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 93 saham menguat dan 77 saham lainnya diam di tempat.

IHSG

foto http://Bandung – bisnis.com IHSG

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, hasil perhitungan suara dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) menunjukkan Donald Trump memenangkan suara sehingga telah memberikan kepastian di pasar sahan. Tekanan IHSG pun menjadi berkurang.

Selain itu, harga komoditas seperti emas dan nikel menguat juga menahan pelemahan IHSG. Oleh karena itu, William yakin bursa saham akan kembali positif. “Pemilihan Presiden AS masih mempengaruhi. Namun euforia sesaat. Pelaku pasar menanti pelantikan presiden AS dan kebijakan yang akan diambil,” kata dia.

Di sisi lain, harga emas berjangka melompat pada perdagangan Rabu pekan ini sebagai respons terhadap hasil perhitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dengan Donald Trump peroleh kemenangan suara.

 

Namun demikian Jokowi yang tengah berada di Tangerang, Banten malam  itu Rabu (9/11/2016) mengatakan, Indonesia siap untuk melanjutkan kerja sama yang saling menguntungkan dengan AS. “Saya juga mengajak kepada Presiden Amerika Serikat terpilih untuk terus melanjutkan kerja sama membangun perdamaian dan menciptakan kesejahteraan dunia,” Jokowi memungkas. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengucapkan selamat atas terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat. Menurut Jokowi, hasil pemilihan itu mencerminkan kehendak mayoritas rakyat AS.

“Saya mengucapkan selamat kepada Presiden Terpilih Donald J Trump,” ucap Jokowi.

 

 

sumber artikel

  • http://news.liputan6.com/read/2648085/jokowi-ucapkan-selamat-kepada-donald-trump
  • http://news.liputan6.com/read/2648055/ketar-ketir-indonesia-pasca-trump-menang

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
WA +965.65.8363.99 navisdaftar FREEMEMBER